Suatu protokol adalah serangkaian langkah yang melibatkan dua pihak atau lebih dan dirancang untuk menyelesaikan suatu tugas. Dari definisi ini dapat diambil beberapa arti sebagai berikut:
1. Protokol memiliki urutan dari awal hingga akhir.
2. Setiap langkah harus dilaksanakan secara bergiliran.
3. Suatu langkah tidak dapat dikerjakan bila langkah sebelumnya belum selesai.
4. Diperlukan dua pihak atau lebih untuk melaksanakan protokol.
5. Protokol harus mencapai suatu hasil.
Suatu protokol pun memiliki karakteristik yang lain, yaitu:
1. Setiap orang yang terlibat dalam protokol harus mengetahui terlebih dahulu mengenai protokol dan seluruh langkah yang akan dilaksanakan.
2. Setiap orang yang terlibat dalam protokol harus menyetujui untuk mengikutinya.
3. Protokol tidak boleh menimbulkan kerancuan.
4. Protokol harus lengkap.
Protokol kriptografi adalah suatu protokol yang menggunakan kriptografi. Protokol ini melibatkan sejumlah algoritma kriptografi, namun secara umum tujuan protokol lebih dari sekedar kerahasiaan. Pihak-pihak yang berpartisipasi mungkin saja ingin membagi sebagian rahasianya untuk menghitung sebuah nilai, menghasilkan urutan random, atau pun menandatangani kontrak secara bersamaan. Penggunaan kriptografi dalam sebuah protokol terutama ditujukan untuk mencegah atau pun mendeteksi adanya eavesdropping dan cheating.
Saat ini, semakin banyak interaksi antar manusia dilakukan melalui jaringan komputer. Komputer ini tentu saja memerlukan suatu protokol formal agar dapat melakukan hal yang biasa dilakukan manusia tanpa berpikir. Bila seseorang berpindah dari satu daerah ke daerah lain dan mengetahui bahwa kartu pemilihan suaranya berbeda dengan yang biasa digunakanannya, orang tersebut dapat beradaptasi dengan mudah. Akan tetapi kemampuan ini belum dimiliki oleh komputer, sehingga diperlukan suatu protokol. Beberapa contoh protokol sederhana antara lain protokol secret splitting, protokol secret sharing, dan sebagainya. [SCH96]
No comments:
Post a Comment